Ada
sebuah nama, MONA. Dilahirkan sebagai anak gadis yang pintar dalam hal
apa saja. Kemampuan taktis, kecerdasan, olah raga, bergaul dengan
semua jenis kalangan, energi yang berlebihan, periang.Secara sengaja atau tidak, hal itu mempengaruhi alam bawah sadarnya.
“Hei, Mona, kamu itu pintar dan bisa apa saja.”
“Hei, Mona, kamu selalu bisa diandalkan. Kamu kesayangan. Kamu pintar bergaul.”
“Hei, Mona, terima kasih atas bantuannya. Bersyukur ada MONA disini.”
*
Yang tidak disadari oleh orang kebanyakan adalah MONA tetap seorang
manusia. Yang oleh Allah, pun diberikan tanggung jawab atas suatu
masalah, dilewatkan pada beberapa jalan yang berliku, diujikan beberapa
tes kehidupan.
Dan MONA memang seorang manusia. Yang butuh bantuan juga, dan ingin
berteriak, “Saya tidak bisa, bantulah saya”. “Saya lelah, pahami saya”.
“Saya ingin berbagi, dengarkan saya” “Saya butuh sandaran, temani saya”
Masalah bisa kamu bagi MONA. Jangan dibawa sendiri, berat, lelah.
Banyak telinga yang ingin mendengar. Banyak tangan yang ingin memeluk.
Banyak hati yang ingin mengobati. Aku mendengarkan mu MONA, aku disini,
aku hampiri, aku selimuti.
Kita tidak tahu, apakah Lisa Gherardini sedang bersedih atau
bergembira, saat Leonardo Da Vinci melukisnya. Yang kita tahu hanyalah,
dalam lukisan MONNA LISA ia terlihat anggun, bahagia, dan baik-baik
saja.
Semoga senyum senyum kita bukan senyum MONA LISA (adgavputri.blogspot.com)
Search Anything
About Me
- Ria Yuliana
- simple life.. (✿◠‿◠) sederhana ✿◕ ‿ ◕✿ ♫ ♫ ♫ la la la ♫ ♫ ♫ singing all day long ƪ(˘⌣˘)┐ƪ(˘⌣˘)ʃ┌(˘⌣˘)ʃ
♥ Visitors ♥
Followers
Blog Archive
Labels
- Artikel (3)
- Artis (1)
- Astronomi (2)
- Justin Bieber (2)
- Liric Lagu (3)
- Motivasi Sukses (1)
- Ungkapan (2)
Facebook :)
♥ Follow me ♥
✿ the real way on the real life ✿
Monday, September 19, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
visitors book (˘⌣˘ʃƪ)
Powered by Blogger.
Clock :)
Calender :)
Monday, September 19, 2011
In:
Artikel
MONALISA'S SMILE :)
Ada
sebuah nama, MONA. Dilahirkan sebagai anak gadis yang pintar dalam hal
apa saja. Kemampuan taktis, kecerdasan, olah raga, bergaul dengan
semua jenis kalangan, energi yang berlebihan, periang.Secara sengaja atau tidak, hal itu mempengaruhi alam bawah sadarnya.
“Hei, Mona, kamu itu pintar dan bisa apa saja.”
“Hei, Mona, kamu selalu bisa diandalkan. Kamu kesayangan. Kamu pintar bergaul.”
“Hei, Mona, terima kasih atas bantuannya. Bersyukur ada MONA disini.”
*
Yang tidak disadari oleh orang kebanyakan adalah MONA tetap seorang manusia. Yang oleh Allah, pun diberikan tanggung jawab atas suatu masalah, dilewatkan pada beberapa jalan yang berliku, diujikan beberapa tes kehidupan.
Dan MONA memang seorang manusia. Yang butuh bantuan juga, dan ingin berteriak, “Saya tidak bisa, bantulah saya”. “Saya lelah, pahami saya”. “Saya ingin berbagi, dengarkan saya” “Saya butuh sandaran, temani saya”
Masalah bisa kamu bagi MONA. Jangan dibawa sendiri, berat, lelah.
Banyak telinga yang ingin mendengar. Banyak tangan yang ingin memeluk. Banyak hati yang ingin mengobati. Aku mendengarkan mu MONA, aku disini, aku hampiri, aku selimuti.
Kita tidak tahu, apakah Lisa Gherardini sedang bersedih atau bergembira, saat Leonardo Da Vinci melukisnya. Yang kita tahu hanyalah, dalam lukisan MONNA LISA ia terlihat anggun, bahagia, dan baik-baik saja.
Semoga senyum senyum kita bukan senyum MONA LISA (adgavputri.blogspot.com)
“Hei, Mona, kamu itu pintar dan bisa apa saja.”
“Hei, Mona, kamu selalu bisa diandalkan. Kamu kesayangan. Kamu pintar bergaul.”
“Hei, Mona, terima kasih atas bantuannya. Bersyukur ada MONA disini.”
*
Yang tidak disadari oleh orang kebanyakan adalah MONA tetap seorang manusia. Yang oleh Allah, pun diberikan tanggung jawab atas suatu masalah, dilewatkan pada beberapa jalan yang berliku, diujikan beberapa tes kehidupan.
Dan MONA memang seorang manusia. Yang butuh bantuan juga, dan ingin berteriak, “Saya tidak bisa, bantulah saya”. “Saya lelah, pahami saya”. “Saya ingin berbagi, dengarkan saya” “Saya butuh sandaran, temani saya”
Masalah bisa kamu bagi MONA. Jangan dibawa sendiri, berat, lelah.
Banyak telinga yang ingin mendengar. Banyak tangan yang ingin memeluk. Banyak hati yang ingin mengobati. Aku mendengarkan mu MONA, aku disini, aku hampiri, aku selimuti.
Kita tidak tahu, apakah Lisa Gherardini sedang bersedih atau bergembira, saat Leonardo Da Vinci melukisnya. Yang kita tahu hanyalah, dalam lukisan MONNA LISA ia terlihat anggun, bahagia, dan baik-baik saja.
Semoga senyum senyum kita bukan senyum MONA LISA (adgavputri.blogspot.com)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar on "MONALISA'S SMILE :)"
Post a Comment